![]()

Oleh :
BERBAGAI CARA – “Assalamualaikum,” Aku yang sedang mencuci piring Menoleh Kearah pintu. Aku yakin itu suara mas Farhan.
“Waalaikumsalam,” Ucapku lalu membuka pintu. Terlihat suamiku membawa 3 kantong kresek bewarna hitam yang lumayan besar.
“Ini apa mas?” Lansung kutodong mas Farhan dengan pertanyaan,Melihat yang dibawa mas Farhan sebegitu banyaknya.
“Emm.Ini dek tadi majikan mas ngasih sembako.” Mas Farhan memang bekerja sebagai seorang sopir, Tak heran Ia kadang membawa sembako dari rumah majikannya. Katanya bonus karna mas Farhan bekerja dengan baik.
Mas Farhan memang tak pernah menceritakan dimana dia bekerja. Tapi waktu ku cerca dengan pertanyaan, Mas Farhan hanya menjawab ia bekerja sebagai seorang sopir, Dan gajinya pun tak menentu.
Baca Juga : INTERVIEW
Kadang aku curiga, Tapi Mas Farhan yang kukenal adalah tipe suami yang tak pernah berbohong. Selagi pekerjaan yang di tekuni mas Farhan halal bagi ku boleh-boleh saja.
Tanpa berpikir panjang mas Farhan menyerahkan kantong kresek yang lumayan berat itu kepadaku.
“Nih dek terserah mau diapain, Mas mau mandi dulu. ”Mas Farhan berjalan mendahuluiku.
Kubawa semuanya ke dapur, Sementara mas Farhan membersihkan diri karna sebentar lagi akan berbuka puasa.
Aku tertegun sejenak. Melihat isi kantong kresek itu, ada roti tawar 4 bungkus, Marjan rasa melon 3 botol, Mie instan 10 bungkus, Gula pasir ukuran 1 kg dan masih banyak lagi.
Aku terharu, Alhamdulillah Allah telah memberikan rezeki kepada keluarga kecil kami.
Sebelumnya aku bingung nanti berbuka pakai apa? Namun rezeki dari sang pemberi rezeki tak disangka-sangka.
Dilain tempat
POV Farhan
Saat melihat wajah sumringah istriku kala aku membawakan sembako yang lumayan banyak, Hatiku serasa remuk.
Apalagi aku berbohong tentang pekerjaan ku sebagai seorang sopir. Padahal aku hanya bekerja sebagai tukang copet. Makanan yang kuberikan kepada anak istriku berasal dari uang haram itu.
Apalagi aku hanya tamatan SMP. Mencari pekerjaan zaman sekarang sangat susah.
Kalau keadaan ekonomi yang tak menghimpit seperti ini takkan ku berikan nafkah istriku dengan uang haram.