INTERVIEW

Loading

Facebook Ahmad Mustopa

 

Oleh : Ahmad Mustopa

“Oke, maaf ya Pak, untuk pembuatan surat ini saya akan tanya-tanya dulu sesuai prosedur.”

“Siap Mas.”

“Nama Bapak siapa?”

“Nama Bapak saya Mudin, Mas.”

“Engga bukan nama Bapaknya tapi nama Saudara siapa?”

“Oooh, saudara? kalau adik saya namanya Watiah, yang paling bontot Tuniem, kalau kakak saya namanya Burdin, Mas.”

“Astaghfirullah, bukan nama saudara itu yang saya maksud! Maksud saya nama kamu! nama kamu siapa?”

“Oh, Aku Mas.”

“Iya nama kamu siapa?”

“Iya, Aku Mas!”

“Ampuuuuuun, iya, iya, iyaaaa, nama kamu, nama kamu ya, nama kamu itu siapa!”

“Ah Si Masnya bingung nih, ya Aku lah Mas.”

“Aku! aku! aku! aku siapa?”

“Lah Si Mas tambah bingung, Masnya masa lupa siapa diri sendiri sih?”

“Oke serius nih Pak, saya ada penyakit darah tinggi plus jantung! jadi tolong berbaik hati sama saya untuk jawab pertanyaan sederhana dari saya, nama Bapak siapa?

“Bapak saya namanya Mudin Mas.”

“Astaghfirullah hal adzim! dia balik lagi kesana doooooong! nama kamu! nama kamu siapa!”

“Aku Mas, sudah bulak-balik saya jawab Masnya malah bikin saya tambah bingung?”

“Jadi nama kamu adalaaaaah?”

“Aku Mas, nama saya itu Aku, Bapak saya kasih nama ke saya itu Aku, jadi nama saya itu Aku, tiga huruf saja, jangan dibikin susah Mas.”

“Pak, kayanya sesi pertanyaannya besok lagi aja ya, saya mau periksa jantung sama tekanan darah dulu ke Puskesmas nih.”