BERISIK

Loading

Facebook Ahmad Mustopa

 

Oleh : Ahmad Mustopa

“Siapa yang hajatan?” tanya Barja pada Aida ketika ia pulang ngojek.

“Tetangga baru, dia setel musik kenceng banget dari tadi.”

Barja yang hari itu pulang siang karna ngojek dari kemarin sore langsung rebahkan tubuhnya di kasur, menikmati lelahnya.

“Bu, tolong bilangin ke tetangga baru itu, pelanin suara musiknya, ganggu orang lain gitu.” ujar Barja dari dalam kamarnya.

Aida langsung menuju rumah tetangga barunya yang berada dua rumah di depan rumahnya.

“Assalamualaikum.” Teriak Aida melawan suara musik yang keras dari dalam rumah tetangganya itu.

“Iya, ada apa ya?” Seorang pria berusia kira-kira tiga puluh tahunan, berbadan kurus, keluar dari dalam rumah.

“Maaf pak, minta tolong musiknya di kecilin, suami saya mau istirahat kasihan dia kerja dari semalam.” Aida tersenyum pada tetangga barunya itu.

“Wah maaf Mbak, saya setel musik di rumah saya sendiri, saya ga mau usil juga kok kalo ada yang nyetel musik kenceng-kenceng di rumahnya sendiri, toleransi aja lah.”

“Tapi musiknya ngeganggu orang lain Pak.” Wanita hitam manis berusia tiga puluh dua tahun itu terlihat kesal.

“Ya kalo terganggu pindah aja mbak, gitu aja kok repot!” Lelaki kurus itu lalu pergi masuk kedalam rumah, meninggalkan Aida yang mendengus kesal.

“Katanya kalo merasa terganggu di suruh pindah aja Pak.” Lapor Aida pada Barja.

Barja bangkit dari tempat tidurnya, lalu ia kenakan kaus dan ke belakang rumah.