![]()
Barja diperlihatkan sepasang speaker besar merek Soni dan ampli player yang sedang dipergunakan.
Barja mengambil Kampak yang ia selipkan di belakang pinggangnya, lalu dengan membabi buta pria bertubuh kekar itu menghancurkan Speaker dan ampli player milik Aris.
Ketika Aris mendekat, Barja langsung tendang kaki lelaki kurus itu hingga terjengkang jatuh.
“Loe boleh laporin gua, terserah loe mau lapor kemana, ke RT kek, ke RW kek, ke Pemadam kek, ke KPK atau ke Pramuka juga boleh, tapi inget loe macem-macem gua cari loe! gua belah kepala loe!”
Barja arahkan kapak di tangannya ke kepala Aris, membuat Aris menggigil ketakutan.
Barja pulang dengan bersiul santai.
Esok paginya.
“Mobil ngangkut apa itu?”
Tanya Barja pada Aida melihat mobil besar terparkir di depan rumah tetangga barunya.
“Tetangga baru kita kayanya pindah lagi Pak.” Aida melirik Barja.
“Kasihan ya, padahal dia baru nempatin itu rumah, padahal tadinya aku mau kasih dia ikan asin cucut bang Ahmad Mustopa yang sekilonya empat puluh ribu itu.”
Aida tersenyum pada Barja.
Tamat.