![]()
Tak lama ia keluar dan bersiap menuju rumah tetangganya itu.
Melihat sesuatu menyembul dari pinggang belakang suaminya Aida memanggil Barja.
“Pak, jangan kelewatan!”
Teriak Aida.
“Ga lah, aku cuma mau kenalan aja sama tetangga baru itu.” Barja hanya berpaling lalu tersenyum, memperlihatkan giginya yang putih pada Aida.
“Assalamualaikum.” Barja berdiri di depan pagar rumah tetangganya.
“Walaikum salam.” Lelaki kurus keluar dari dalam rumahnya.
“Maaf bang, mantep banget suara soundnya merek apa bang?” Tanya Barja.
“Oh, itu speker merek Soni bang, emang paling mantep suaranya.”
“Wah serius bang? merek Soni kan langka itu?”
“Iya bang, saya belinya mahal itu, eh ngomong-ngomong kenalin bang saya Aris, baru dua hari tinggal di sini.” Aris berikan tangan pada Barja, yang langsung di sambut ramah.
“Boleh saya liat speakernya bang? penasaran saya.”
Arispun mempersilahkan Barja masuk ke dalam rumahnya.