![]()
“Ran, apa kamu mencintai aku? apa kamu benar-benar mencintai aku apa adanya? akan selalu bertahan mencintai aku apapun yang akan terjadi seperti cintaku padamu?”
“Iya Mas, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu.” Rani genggam tangan suaminya.
“Kalau begitu, tolong cintai apa yang ku cintai juga, bisakan kau mencintai ibuku? Wanita yang telah melahirkan aku, karna tanpanya tidak akan ada aku yang kini menjadi suamimu.”
“Iya Mas, aku berjanji akan mencintai ibumu juga, aku akan perlakukan ibu seperti ibuku sendiri.” Rani lalu peluk Kodarsih.
“Maafin Rani ya Bu, maafin Rani.”
“Maafin ibu juga Ran.” Suasana haru menyelimuti ruangan itu.
“Ah iya, sini ibu masakin ikan asin cucutnya.”
“Bu, ajari Rani cara masaknya juga ya.” Rani lalu mengikuti Kodarsih menuju dapur.
Tamat.